Perayaan ini juga melibatkan para guru dan perwakilan orang tua murid yang hadir memberikan dukungan dan semangat.
Tidak ada panggung besar atau pengeras suara megah, namun semangat yang terpancar dari anak-anak itu adalah panggung utama yang tak ternilai.
Bermula dari Bimbingan Belajar Petani
PAUD Hati Suci dan PAUD Hati Bunda bukanlah lembaga pendidikan biasa. Berdiri sejak 2014, kedua PAUD ini lahir dari inisiatif sederhana — kelompok belajar anak-anak petani di Lalosuk.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian akan pentingnya pendidikan usia dini, mereka tumbuh menjadi wadah pendidikan yang terus bertahan meski dalam kondisi serba terbatas.
“Semua ini dimulai dari kepedulian. Kami percaya bahwa pendidikan yang baik harus bisa menyentuh hingga ke pelosok,” tambah Yosefina.
Kini, meskipun jauh dari pusat kota dan tanpa dukungan infrastruktur yang ideal, PAUD Hati Suci dan Hati Bunda tetap menyalakan cahaya harapan bagi generasi masa depan perbatasan.
Merayakan dengan Hati, Membangun dengan Harapan
Tidak ada barisan marching band, tidak pula sorotan kamera media besar. Namun di Lalosuk, semangat 17 Agustus tak kalah membara.
Di balik peluh para guru dan keceriaan anak-anak, ada keyakinan bahwa kemerdekaan sejati dimulai dari hati yang tulus dan kerja yang tak kenal lelah.












