Scroll untuk baca artikel
Daerah

Merah Putih di Langit Perbatasan: Cerita 17 Agustus dari Kampung Lalosuk Kabupaten Belu

Avatar photo
×

Merah Putih di Langit Perbatasan: Cerita 17 Agustus dari Kampung Lalosuk Kabupaten Belu

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Peringatan HUT RI Ke 80 Di PAUD Hati Suci dan PAUD Hati Bunda, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu

Perayaan ini juga melibatkan para guru dan perwakilan orang tua murid yang hadir memberikan dukungan dan semangat.

Tidak ada panggung besar atau pengeras suara megah, namun semangat yang terpancar dari anak-anak itu adalah panggung utama yang tak ternilai.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Bermula dari Bimbingan Belajar Petani

PAUD Hati Suci dan PAUD Hati Bunda bukanlah lembaga pendidikan biasa. Berdiri sejak 2014, kedua PAUD ini lahir dari inisiatif sederhana — kelompok belajar anak-anak petani di Lalosuk.

Baca Juga :  Aklamasi, Alfridus Bria Resmi Pimpin THS-THM Distrik Keuskupan Agung Kupang

Dengan semangat gotong royong dan kepedulian akan pentingnya pendidikan usia dini, mereka tumbuh menjadi wadah pendidikan yang terus bertahan meski dalam kondisi serba terbatas.

“Semua ini dimulai dari kepedulian. Kami percaya bahwa pendidikan yang baik harus bisa menyentuh hingga ke pelosok,” tambah Yosefina.

Kini, meskipun jauh dari pusat kota dan tanpa dukungan infrastruktur yang ideal, PAUD Hati Suci dan Hati Bunda tetap menyalakan cahaya harapan bagi generasi masa depan perbatasan.

Merayakan dengan Hati, Membangun dengan Harapan

Tidak ada barisan marching band, tidak pula sorotan kamera media besar. Namun di Lalosuk, semangat 17 Agustus tak kalah membara.

Baca Juga :  Ketua TP PKK NTT Salurkan Bantuan Gempa ke Ende, Anak-anak Dapat Trauma Healing dan Literasi

Di balik peluh para guru dan keceriaan anak-anak, ada keyakinan bahwa kemerdekaan sejati dimulai dari hati yang tulus dan kerja yang tak kenal lelah.