Scroll untuk baca artikel
Daerah

Merah Putih di Langit Perbatasan: Cerita 17 Agustus dari Kampung Lalosuk Kabupaten Belu

Avatar photo
×

Merah Putih di Langit Perbatasan: Cerita 17 Agustus dari Kampung Lalosuk Kabupaten Belu

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Peringatan HUT RI Ke 80 Di PAUD Hati Suci dan PAUD Hati Bunda, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu

BELU | BuletinNTT.com – Di tengah gegap gempita peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 di ibu kota.

Perayaan yang sama juga terjadi dalam nuansa kesederhanaan datang dari Kampung Lalosuk, Tasifeto Timur Kabupaten Belu dalam menumbuhkan semangat kemerdekaan Republik Indonesia berkibar dengan penuh makna.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Tepat pada Minggu pagi, 17 Agustus 2025, anak-anak dari PAUD Hati Suci dan PAUD Hati Bunda memulai hari mereka dengan langkah kecil yang penuh arti — mengikuti upacara bendera memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.

Baca Juga :  Janji “Birukan Oepoli” Bersama Romo Yalo, Kenangan yang Tak Terlupakan bagi Alfridus Bria, Ketua THS - THM Distrik Keuskupan Agung Kupang

Bertempat di halaman sederhana PAUD Hati Suci, perayaan ini bukan hanya seremoni tahunan.

Ini adalah wujud nyata cinta tanah air yang ditanamkan sejak usia dini, di sebuah dusun kecil di Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur (Tastim), Kabupaten Belu — wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Meski dilaksanakan dengan segala keterbatasan fasilitas, kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WITA ini berlangsung dengan khidmat dan meriah. Anak-anak mengenakan seragam kecil mereka dengan penuh bangga.

Wajah-wajah mungil itu berdiri tegap, mengikuti aba-aba upacara dengan semangat yang tak kalah dari para prajurit.

Baca Juga :  Audit ISO 37001, Karolus Karni Lando: Angkasa Pura Support Kupang Buka Peluang Kerja, Bangun Profesionalisme Putra-Putri NTT

“Tujuan utama kami adalah menanamkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme pada anak-anak sejak dini, sekaligus melatih mereka menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab,” ujar Yosefina Elisabeth, penanggung jawab kegiatan sekaligus pendidik di PAUD Hati Suci.