Di sisi lain, literasi menjadi kunci untuk membangun kesadaran baru, terutama bagi generasi muda, agar melihat pertanian sebagai peluang usaha.
“Anak muda harus melihat bahwa bertani itu bisa menghasilkan. Ini soal bagaimana kita mengelola dengan baik,” tegasnya.

Menuju Desa Tanpa “Musim Lapar”
Gagasan ini disampaikan dalam Peluncuran Gerakan Literasi Desa Kufeu yang digelar oleh PKBM Lurumutin di SMP Negeri Fatuknutuk, dengan tema “Literasi untuk Desa Berdaya Menuju Generasi Emas Malaka 2045.”
Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah desa, pegiat literasi, dan masyarakat dalam membangun desa berbasis potensi lokal.
Dengan pendekatan yang terintegrasi—mulai dari perhitungan ekonomi, diversifikasi tanaman, penguatan adat, hingga literasi—Desa Kufeu menargetkan satu tujuan besar: menghapus “musim lapar”.
“Desa ini sebenarnya kaya. Tuhan sudah kasih kita ‘susu dan madu’. Tinggal bagaimana kita kelola. Tidak boleh lagi ada musim lapar di desa ini,” pungkasnya optimis.












