MALAKA | BuletinNTT.com – Harapan baru mulai tumbuh di Desa Kufeu, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka.
Di tengah tantangan “musim lapar” yang selama ini kerap menghantui desa-desa pertanian, warga kini diajak melihat pertanian dengan cara yang berbeda: bukan sekadar menanam, tetapi juga menghitung.
Gagasan ini digerakkan oleh Kepala Desa Kufeu, Leonsius Jun Kabosu, SKM, yang mendorong masyarakat untuk menjadikan pertanian sebagai investasi ekonomi jangka panjang.
“Selama ini kita menanam, tapi tidak pernah menghitung. Padahal dari situlah kita bisa tahu seberapa besar potensi ekonomi yang kita miliki,” ujarnya dalam kegiatan Peluncuran Gerakan Literasi Desa Kufeu, Senin (23/3/2026).

Dari Satu Pohon ke Satu Juta Rupiah
Leonsius kemudian memaparkan simulasi sederhana dari komoditas kemiri yang sudah lama dikenal masyarakat.
Satu pohon kemiri produktif, kata dia, rata-rata menghasilkan sekitar 20 kilogram per musim. Dengan harga jual yang kini bisa mencapai Rp50.000 per kilogram, maka satu pohon dapat menghasilkan sekitar Rp1 juta.












