Scroll untuk baca artikel
Daerah

Kades di NTT ini Wajibkan Setiap KK Tanam 50 Pohon Kemiri | Lawan Musim Lapar dan Ini Taksasi Ekonominya

Avatar photo
×

Kades di NTT ini Wajibkan Setiap KK Tanam 50 Pohon Kemiri | Lawan Musim Lapar dan Ini Taksasi Ekonominya

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Leonsius Jun Kabosu, SKM | Kepala Desa Kufeu, Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka

“Kalau hanya satu tanaman, saat gagal panen kita langsung terdampak. Ini yang ingin kita ubah,” ujarnya.

Kelapa Jadi Penopang Ekonomi

Dari ketiga komoditas tersebut, kelapa diposisikan sebagai penyangga ekonomi karena dapat dipanen sepanjang tahun.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Berbeda dengan kemiri dan asam yang bersifat musiman, kelapa memberikan pemasukan yang lebih stabil bagi keluarga.

“Kelapa ini seperti tabungan hidup. Dia berbuah terus, jadi bisa jadi sumber penghasilan rutin,” katanya.

Pinang, Peluang Besar yang Mulai Dilirik

Selain itu, tanaman pinang juga mulai dilihat sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan. Tingginya permintaan pasar membuat komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang besar.

Baca Juga :  Polikarpus Do: NTT Peringkat Satu Minat Baca Nasional | Bukti Gerakan Literasi dari Timur Melesat

“Nilainya bisa sampai miliaran rupiah setiap tahun. Selama ini kita hanya melihat dari luar. Sekarang saatnya kita produksi sendiri,” ungkapnya.

Kegiatan literasi Menuju Generasi Emas tahun 2045 di Desa Kufeu Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka

Adat dan Literasi Jadi Kekuatan

Pengembangan sektor pertanian di Desa Kufeu tidak hanya berbasis ekonomi, tetapi juga diperkuat dengan nilai-nilai adat sebagai kontrol sosial.

Menurut Leonsius, adat dapat menjadi pengikat moral masyarakat untuk menjaga tanaman dan hasil kebun secara bersama.