KUPANG | BuletinNTT.com – Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Inocensius Fredy Mui, menyoroti persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite yang kerap terjadi di wilayah NTT.
Menurutnya, salah satu penyebab utama bukan semata karena keterbatasan kuota, melainkan tingginya konsumsi oleh kendaraan berpelat luar daerah yang beroperasi di NTT.
Fredy yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi NasDem DPRD NTT menjelaskan, alokasi BBM bersubsidi selama ini ditentukan berdasarkan jumlah kendaraan berpelat lokal yang terdata di daerah.
Namun dalam praktiknya, kendaraan dari luar NTT turut mengisi BBM bersubsidi di wilayah ini.
“Kuota BBM subsidi dihitung dari jumlah kendaraan pelat lokal, baik roda dua, roda empat hingga kendaraan besar”.
Tapi di lapangan, yang mengonsumsi bukan hanya kendaraan lokal, melainkan juga kendaraan dari luar daerah. Ini yang menyebabkan kelangkaan,” jelasnya, Kamis (09/04/2026).

Ia menegaskan, kondisi tersebut membuat jatah BBM masyarakat NTT terserap oleh kendaraan yang tidak berkontribusi terhadap pendapatan daerah melalui pajak kendaraan bermotor.












