Ribuan Pelayat, Bukti Cinta untuk Romo Yalo
Duka atas kepergian Romo Yalo tidak hanya dirasakan Dus dan keluarga besar THS-THM. Umat Katolik di Kota Kupang dan Keuskupan Agung Kupang juga kehilangan sosok imam yang dekat dengan masyarakat.
Romo Yalo merupakan imam diosesan Keuskupan Agung Kupang yang melayani sebagai Pastor Kuasi Paroki Santo Petrus Haukoto, Kota Kupang. Gereja tersebut berada dalam wilayah pelayanan Paroki Santa Familia Sikumana.

Menurut Dus, besarnya rasa kehilangan itu terlihat sejak malam pertama penghormatan terhadap almarhum. Ribuan pelayat dari berbagai latar belakang, termasuk lintas agama, memadati kawasan gereja.
Suasana duka membuat akses menuju kapela dipenuhi kendaraan dan manusia. Dus bersama teman-temannya bahkan harus berjalan kaki hampir satu kilometer karena kendaraan tidak bisa lagi diparkir dekat gereja.
Pemandangan itu menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Di tengah kerumunan, setiap orang datang dengan caranya sendiri untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang mereka kasihi.
Saat prosesi pemakaman, panjangnya barisan pelayat kembali menunjukkan besarnya penghormatan masyarakat kepada Romo Yalo.
Dus mengenang rombongan pelayat yang membentang hingga lebih dari tiga kilometer. Deretan orang yang berjalan mengiringi jenazah menjadi gambaran nyata bahwa pelayanan almarhum telah menyentuh banyak kehidupan.
Empat truk karangan bunga juga disebut turut menghiasi tempat peristirahatan terakhir sang imam. Bagi Dus, semua itu memperlihatkan betapa besar cinta yang diberikan masyarakat kepada Romo Yalo.










