
Perayaan itu direncanakan berlangsung di Ranting Santa Maria Mater Dei, Oepoli Oepoli. Bagi Dus, kegiatan tersebut memiliki makna tersendiri karena Romo Yalo turut menaruh perhatian terhadap rencana itu.
Dus masih mengingat pesan Romo Yalo setelah pemilihan ketua distrik. Kalimat itu terus melekat dalam ingatannya hingga kini.
“Kita birukan Oepoli, 10 November mendatang. Yang Mulia Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, dipastikan hadir pada momen tersebut,” kenang Dus, menirukan pesan Romo Yalo.

Pesan tersebut kini terasa berbeda. Sosok yang dahulu menyampaikan harapan itu telah berpulang, meninggalkan rencana yang belum sempat mereka wujudkan bersama.
Bagi Dus, “birukan Oepoli” bukan sekadar ungkapan untuk menyemarakkan kegiatan organisasi. Pesan itu menjadi pengingat akan semangat kebersamaan dan cita-cita yang pernah mereka bangun.
Ia meyakini, kepergian Romo Yalo tidak akan menghapus nilai-nilai yang telah ditanamkan selama mendampingi anggota THS-THM.










