“Perlindungan pekerja bukan hanya menjadi tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
PERISAI GMIT dan UCJ
Dalam kesempatan yang sama, turut dilakukan peluncuran Program Perlindungan Pekerja Rentan Provinsi NTT, penyerahan simbolis 102.200 Kartu Pekerja Rentan, peluncuran buku Investasi Mikro, Proteksi Makro, serta pengukuhan PERISAI GMIT Sinode.
Melki menyambut baik keterlibatan organisasi keagamaan dalam memperluas kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Ia menegaskan perlindungan harus diberikan kepada seluruh pekerja tanpa membedakan agama, jenis pekerjaan maupun status sosial.
“Yang kita lindungi adalah pekerjanya, yang kita jaga adalah keluarganya,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Trisna Sonjaya mengatakan pencapaian Universal Coverage Jamsostek membutuhkan komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, Jamsostek Award bukan sekadar penghargaan, tetapi momentum untuk memperkuat langkah konkret dalam memperluas perlindungan bagi pekerja di NTT dan seluruh Indonesia.
Dalam Jamsostek Award 2025, Kabupaten Timor Tengah Utara meraih Terbaik I kategori Pemerintah Daerah, disusul Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Manggarai Barat.












