Hal senada disampaikan Yohanes Jen Sagus. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran listrik bukan hanya sekadar penerangan, tetapi juga harapan baru bagi masa depan generasi muda.
“Puluhan tahun kami merindukan ini. Kami berharap bukan hanya rumah kami yang terang, tetapi juga generasi baru Desa Golo Rutuk dapat bersinar secara intelektual,” ungkapnya.
Ia mengenang masa-masa ketika anak-anak harus belajar dengan lampu pelita, yang menjadi simbol keterbatasan yang selama ini mereka hadapi.
Sementara itu, warga lainnya, Salome Albina Adul (Alin), mengaku bangga atas perhatian yang akhirnya diberikan pemerintah kepada desa mereka.
“Saya sangat bangga karena pemerintah akhirnya melihat dan mewujudkan mimpi masyarakat Desa Golo Rutuk,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan jaringan listrik tersebut, tanpa adanya penolakan, termasuk terkait pemasangan tiang di lahan milik warga.
Kehadiran tiang listrik ini menjadi tanda dimulainya babak baru bagi Desa Golo Rutuk. Bukan sekadar infrastruktur, tetapi simbol harapan yang perlahan mengusir gelap dan membuka jalan menuju kemajuan pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.












