JAKARTA | BuletinNTT.com – Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital Indonesia terus menunjukkan tren impresif pada awal tahun 2026.
Bank Indonesia mencatat lonjakan signifikan penggunaan pembayaran digital di tengah percepatan transformasi ekonomi nasional.
Dalam siaran pers resmi yang disampaikan oleh Ramdan Denny Prakoso, volume transaksi pembayaran digital pada Februari 2026 mencapai 4,67 miliar transaksi, atau tumbuh 40,35 persen secara tahunan (year on year/yoy).
“Pertumbuhan transaksi digital tetap tinggi didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal,” ujar Ramdan, Selasa (17/03/2026).
Menurutnya, peningkatan ini didorong oleh semakin luasnya akseptasi pembayaran digital di masyarakat.
Transaksi melalui aplikasi mobile tercatat tumbuh 9,49 persen (yoy), sementara transaksi internet banking meningkat 22,16 persen (yoy).
Lonjakan paling signifikan terjadi pada penggunaan QRIS yang tumbuh hingga 133,20 persen (yoy).
Hal ini seiring dengan bertambahnya jumlah pengguna serta merchant yang mengadopsi sistem pembayaran berbasis kode QR tersebut di berbagai daerah.
Dari sisi infrastruktur, sistem pembayaran nasional juga menunjukkan kinerja yang solid.
Volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 434 juta transaksi, tumbuh 31,49 persen (yoy) dengan nilai transaksi sebesar Rp1.092 triliun.












