Scroll untuk baca artikel
EkonomiOpini

Opini : “Stimulus 200 Triliun: Harapan Baru atau Ancaman Baru bagi Ekonomi Riil?”

Avatar photo
×

Opini : “Stimulus 200 Triliun: Harapan Baru atau Ancaman Baru bagi Ekonomi Riil?”

Sebarkan artikel ini
Reporter: Yohanes Made Supadi |  Editor: Redaksi

Opini Oleh : Yohanes Made Supadi, SE.,M.Si (Ketua STIE Oemathonis Kupang)

KUPANG | BuletinNTT.com – Reshuffle Kabinet Mera Putih era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menyisakan cerita tentang harapan perubahan atas berbagai tuntutan masyarkat demi perbaikan ekonomi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Salah satu yang terus menjadi sorotan publik adalah kebijakan Menteri keuangan yang baru Purbaya Yudhi Sadewa.

Pemikiran revolusionernya yang teranyar adalah menarik dana 200 T dari Bank Indonesia untuk disalurkan ke Himbara, bank-bank milik negara.

Baca Juga :  Sapi Kurban Asal NTT Diburu Warga, HP2SK Catat Penjualan Meningkat
Yohanes Made Supadi, SE.,M.Si (Ketua STIE Oemathonis Kupang)

Langkah Tegas Mentri Purbaya

Langkah cepat dan tegas ditunjukan pria jebolan Doktor bidang Ilmu Ekonomi Purdue University, Indiana, Amerika Serikat ini dengan memerintahkan jajarannya untuk segera mengesekusi kebijakan tersebut.

Tidak tanggung – tanggung dana 200 T disebar masing-masing 55 T ke Bank Mandiri, BNI dan BRI, 25 T untuk Bank BTN dan 10 T ke BSI. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dan mendorong pertumbuhan kredit di sektor riil.

Langkah ini secara langsung meningkatkan jumlah uang yang beredar di sistem perbankan.