Secara keseluruhan, peningkatan produksi, investasi, dan konsumsi akan tercermin dalam kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB), yang menjadi indikator utama pertumbuhan ekonomi.
Resiko Kebijakan Menteri Purbaya
Namun kebijakan ini bukan tanpa risiko. Tanpa pengawasan ketat, bank penerima dana ini mungkin cenderung menyalurkan kredit secara kurang hati-hati karena merasa aman dengan adanya dukungan dana besar dari pemerintah.
Ini bisa mengarah pada pemberian pinjaman kepada debitur yang memiliki risiko tinggi atau tidak layak.
Penyaluran yang tidak tepat sasaran, dana yang seharusnya mengalir ke sektor produktif bisa saja disalahgunakan atau justru disalurkan ke sektor yang tidak strategis seperti penyaluran kredit yang lebih banyak menguntungkan kelompok tertentu atau proyek yang tidak memiliki dampak ekonomi signifikan.
Bank berisiko mengalami peningkatan Non-Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah. Pinjaman yang macet dapat merugikan bank dan mengganggu stabilitas sistem keuangan.
Di sisi lain potensi inflasi, peningkatan jumlah uang yang beredar secara signifikan di masyarakat dapat menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa, yang memicu inflasi jika tidak dikelola dengan baik.
Pertanyaan kritisnya adalah melemahnya perekonomian saat ini apakah dipicu oleh likuiditas perbankan ataukah demand kredit yang lesu?












