Scroll untuk baca artikel
Sport

Dua Tahun Menuju PON, DPRD NTT Minta Dispora Fokus Cabor Potensial Peraih Emas

Avatar photo
×

Dua Tahun Menuju PON, DPRD NTT Minta Dispora Fokus Cabor Potensial Peraih Emas

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

KUPANG | BuletinNTT.com – Waktu persiapan yang semakin dekat jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) memaksa Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengambil langkah strategis dan realistis.

DPRD NTT menegaskan, pembinaan olahraga tak bisa lagi berjalan tanpa arah dan harus fokus pada cabang olahraga (cabor) yang benar-benar berpotensi menyumbang medali.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Agus Nahak, Selasa (20/01/2026) usai rapat bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTT.

Baca Juga :  Simprosa Gandut | Anggota Komisi II DPRD NTT: RDP dengan Kopdit Swasti Sari Bukan Untuk Menghakimi, Ego Oknum Jangan Korbankan Anggota

Agus menyebutkan, pihaknya masih akan melanjutkan rapat koordinasi dengan KONI serta masing-masing cabang olahraga (Cabor) guna memetakan prioritas pembinaan atlet.

“Barusan kita rapat dengan Dispora, dan ke depan kita masih akan rapat koordinasi dengan KONI dan cabor-cabor. Kita ingin fokus pada cabang olahraga prioritas yang selama ini sudah terbukti punya potensi medali,” tegas Agus.

Menurutnya, rentang waktu 2026–2027 menjadi fase krusial karena persiapan atlet idealnya membutuhkan waktu panjang. Sementara itu, sisa waktu dua tahun dinilai sangat terbatas untuk membangun atlet dari nol.

Baca Juga :  Ketua Komisi II DPRD NTT: Polemik Swasti Sari Berawal dari Proses RAT dan UKK, Rekonsiliasi Jadi Solusi

“Atlet itu tidak datang dengan sendirinya. Mereka harus dibina dalam waktu yang cukup lama. Dua tahun ini sejujurnya sudah sangat singkat untuk persiapan,” ujarnya.

Bela Diri Prioritas, Biaya Rendah Potensi Emas 

Dalam kondisi keterbatasan anggaran, Komisi V DPRD NTT mendorong agar pembinaan difokuskan pada cabang olahraga perorangan, khususnya bela diri, yang dinilai lebih efisien namun memiliki peluang besar meraih medali emas.