KUPANG | BuletinNTT.com — Rencana dan pelaksanaan event balap sepeda bertajuk Tour NTT kembali menuai sorotan.
Anggota Komisi III DPRD NTT dari Fraksi PKB, Yohanes Rumat, menilai kegiatan tersebut berpotensi tidak memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat, bahkan cenderung menjadi pemborosan anggaran.
Menurutnya, karakter peserta event sepeda merupakan wisatawan dengan minat khusus (special interest), sehingga pola konsumsi dan pergerakan mereka sangat terbatas.
“Mereka datang karena event, bukan karena destinasi. Mereka hanya singgah di titik-titik tertentu seperti rest area, hotel, dan restoran yang sudah disiapkan. Dampaknya tidak menyebar luas ke masyarakat,” ungkap Hans Rumat, Selasa (05/05/2026).
Ia menjelaskan, sebagian besar kebutuhan peserta—mulai dari akomodasi, konsumsi hingga transportasi—telah diakomodasi dalam paket kegiatan.
Hal ini membuat perputaran uang hanya terjadi di lingkaran terbatas yang telah ditentukan oleh penyelenggara.
Lebih lanjut, Yohanes menyoroti besarnya anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan tersebut, yang disebutnya mencapai sekitar Rp10 miliar, bersumber dari APBD dan dukungan sponsor.
“Kalau pemerintah mengeluarkan anggaran sebesar itu, harus dihitung secara rasional, berapa yang kembali ke daerah. Kalau tidak jelas, ini berpotensi hanya menjadi pemborosan,” tegasnya.












