Ia menyebut masyarakat terdampak tidak hanya berada di wilayah pantai, tetapi juga kawasan pegunungan dengan akses bantuan terkendala kerusakan jalan.
Di sektor pertanian, kerusakan irigasi menyebabkan aliran air menuju persawahan terganggu sehingga tanaman dan bibit petani terancam gagal tumbuh.
Kondisi tersebut semakin berat akibat kemarau sehingga petani menghadapi ancaman kehilangan produksi dan pendapatan keluarga.
Sementara itu, nelayan masih mengalami trauma untuk kembali melaut karena kekhawatiran terhadap potensi tsunami setelah bencana terjadi.
Rusding menilai pemulihan membutuhkan perencanaan matang karena masyarakat harus kembali memiliki tempat tinggal, pekerjaan, penghasilan, serta akses pelayanan dasar.
Ia memperkirakan proses recovery membutuhkan waktu antara satu hingga enam bulan, tergantung tingkat kerusakan dan kebutuhan setiap wilayah.
“Recovery ini saya melihat satu sampai enam bulan perlu disiapkan. Karena pemulihan juga harus memulihkan ekonomi,” katanya.
Relawan PKS Bergerak
Di tengah kondisi tersebut, relawan PKS telah melakukan sejumlah aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di berbagai lokasi.
Aksi tersebut meliputi pembagian logistik kepada warga yang membutuhkan selama masa tanggap darurat.












