Ia menilai, anggaran tersebut seharusnya dapat diarahkan ke program yang lebih menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kalau memungkinkan, anggaran itu dialihkan ke hal yang lebih bermanfaat. Misalnya ke sektor pertanian dan nelayan,” tegasnya.
Menurutnya, dukungan konkret seperti penyediaan bibit bagi petani maupun bantuan alat tangkap untuk nelayan akan memberikan dampak ekonomi yang lebih nyata dan berkelanjutan.
“Kalau untuk pertanian atau nelayan, seperti bibit atau alat tangkap, itu jelas lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Meski demikian, Junedin tidak menutup kemungkinan bahwa kegiatan promosi tetap memiliki nilai strategis.
Namun, ia menekankan bahwa efektivitas dan dampak langsung terhadap masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan kebijakan anggaran.
“Kalau memang itu bagian dari promosi, silakan. Tapi kalau tidak berdampak signifikan, maka harus dievaluasi secara serius,” pungkasnya.












