KUPANG | BuletinNTT.com – Rencana pembatasan jumlah kunjungan wisatawan di Taman Nasional Komodo mendapat sorotan dari DPRD Nusa Tenggara Timur.
Fraksi PAN–PKS menilai kebijakan pembatasan yang terlalu ketat berpotensi berdampak pada perekonomian masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.
Sekretaris Fraksi PAN–PKS DPRD NTT sekaligus Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera NTT, Rusding, Jumat (06/03/2026) mengatakan rencana pembatasan kunjungan maksimal sekitar 1.000 orang per hari telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pariwisata.
Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan berbagai persoalan baru, termasuk meningkatnya angka pengangguran di kawasan wisata, khususnya di sekitar Labuan Bajo.
“Pembatasan kunjungan ini sangat dikeluhkan oleh masyarakat pariwisata. Padahal kita memiliki banyak fasilitas pendukung seperti hotel, restoran, kapal wisata hingga penginapan yang mampu menampung ribuan wisatawan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kapasitas akomodasi pariwisata di kawasan tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 4.000 hingga 5.000 wisatawan.












