Tidak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan, seperti rumah ibadat, taman kanak-kanak (TK), hingga bangunan sekolah dasar (SD).
Menurut warga, data kerusakan akibat bencana sebenarnya sudah dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Namun hingga saat ini masyarakat belum melihat adanya tindak lanjut yang nyata dari bantuan yang diharapkan.
Selain menyampaikan keluhan terkait dampak bencana, warga juga menyoroti pembangunan Gerai Koperasi Desa/Lurah Merah Putih yang menurut mereka belum transparan.
Masyarakat mengaku tidak mengetahui secara jelas besaran anggaran yang digunakan dalam pembangunan gerai koperasi tersebut, padahal anggaran tersebut berasal dari pemerintah pusat serta kontribusi dana desa.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Paulus Lobo menyatakan akan segera melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi agar persoalan yang disampaikan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
Ia menegaskan akan berkoordinasi dengan Gubernur NTT agar pemerintah provinsi dapat segera berkomunikasi dengan BNPB untuk mempercepat penanganan lanjutan bagi masyarakat terdampak erupsi.
“Saya akan segera berkomunikasi dengan Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah untuk berkoordinasi dengan BNPB agar penanganan lanjutan terhadap masyarakat terdampak bisa segera dilakukan”.












