Menurut Debora, persoalan lingkungan saat ini membutuhkan perhatian dan keterlibatan semua pihak.
“Dunia sedang tidak baik-baik saja. Banyak masalah lingkungan yang terjadi akibat limbah yang dihasilkan manusia,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai diskusi, tetapi menghasilkan perubahan perilaku di tengah masyarakat.
Debora mengatakan, mahasiswa dapat menjadi salah satu penggerak perubahan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Harus dimulai dari kita. Hari ini ada sekitar 100 mahasiswa yang menjadi penggerak,” katanya.
Ia juga mendorong mahasiswa dan masyarakat menyalurkan sampah yang telah dipilah kepada bank sampah.
Selain Bank Sampah Siliba, Jurusan Sanitasi Poltekkes Kemenkes Kupang juga memiliki bank sampah bernama Stasasi.
Menurut Debora, keberadaan bank sampah menjadi bagian dari penerapan regulasi pemerintah mengenai pengelolaan lingkungan.
“Pemerintah punya regulasi, masyarakat punya partisipasi,” ujarnya.
Sains, Teknologi dan Kolaborasi untuk Lingkungan
Peringatan Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia tersebut menekankan pentingnya pendekatan berbasis sains dalam menghadapi persoalan lingkungan.
Beberapa isu yang menjadi perhatian meliputi air dan sanitasi, keamanan pangan, sains dan inovasi, serta kolaborasi multipihak.












