
Feliks mengajak masyarakat membangun kolaborasi dengan bank sampah, dunia pendidikan, pemerintah, dan berbagai pihak lainnya.
“Menjaga lingkungan harus dimulai dari rumah dan dimulai dari diri sendiri,” ujarnya.
Sampah Masih Menjadi Persoalan Kota Kupang
Sementara itu, Ketua Forum Kupang Green and Clean Kota Kupang, Yoseph Leonard Kale, ST., M.Si., menyoroti persoalan sampah.
Menurut Yoseph, sampah masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang dihadapi Kota Kupang.
Ia mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.
Salah satu contoh dilakukan di Kelurahan Liliba melalui pengelolaan sampah rumah tangga berbasis bank sampah.
Masyarakat diarahkan memilah sampah dari rumah sebelum diserahkan kepada pengelola bank sampah.
“Kami di bank sampah menggunakan sistem jemput bola untuk memudahkan warga mendapatkan pelayanan,” jelas Yoseph.
Namun, sampah yang akan dijemput harus terlebih dahulu dipilah oleh masyarakat.
“Kalau tidak dipilah, kami tidak ambil. Karena itu, edukasi terus dilakukan,” katanya.
Bank Sampah Berbasis Digital
Yoseph juga menjelaskan pengembangan sistem informasi untuk mendukung pengelolaan bank sampah.












