Segala bentuk urusan keuangan atau sisa dana menjadi tanggung jawab para orang tua mahasiswa sesuai berita acara rapat pembubaran.
“IKOMA sudah bubar tiga tahun lalu. Semua kegiatan kemahasiswaan kini langsung dikoordinasikan oleh fakultas. Jadi tidak ada lagi urusan dengan IKOMA,” tegasnya.
Ia juga menyesalkan munculnya kembali isu dana IKOMA sebesar Rp2 miliar yang dikaitkan dengan namanya dalam pemberitaan di media dan beberapa kanal berita.
“Dana IKOMA sepenuhnya dikelola oleh pengurus dan orang tua mahasiswa. Fakultas hanya memberi izin kegiatan yang diajukan mahasiswa, bukan mengatur keuangan mereka,” ujarnya.
Isu Lama Muncul Kembali
Prof. Apris mengaku heran isu dana IKOMA kembali diangkat ke publik pada tahun 2025, bersamaan dengan munculnya namanya dalam bursa calon Rektor Undana.
Menurutnya, isu serupa juga pernah beredar pada tahun 2022 ketika dirinya mencalonkan diri sebagai Dekan FKM.
“Saya heran, kenapa waktu 2023–2024 tidak pernah jadi masalah, tapi muncul lagi sekarang, saat saya calon rektor? Padahal semua sudah selesai, auditnya sudah ada, dan hasilnya bersih,” katanya.
Ia menilai pemberitaan yang bersumber dari “narasumber anonim” membuat isu ini menjadi liar dan menyesatkan.












