Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini : “Kurban dan Pesan Kemanusiaan: Antara Ritus, Spiritual, dan Sosial”

Avatar photo
×

Opini : “Kurban dan Pesan Kemanusiaan: Antara Ritus, Spiritual, dan Sosial”

Sebarkan artikel ini
Reporter: Idharsyah T. Dasi |  Editor: Redaksi
Idharsyah T. Dasi, S.KM., M.K.M | Wasekjend PB HMI Periode 2024-2026

Hakikat kurban adalah keberanian manusia untuk membunuh berhala dalam diri, menbakar egoisme dan menanggalkan kemelakatan materil agar setiap muslim mampu keluar dari belenggu kehinaan menuju martabat kemuliaan manusia spiritual.

Oleh karna itu berkorban artinya manusia sedang melakukan proses transformasi diri menjadi manusia yang otentik, Merdeka tidak diperbudak oleh kepentingan pribadi sesaat dan keserakahan duniawi belaka.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Kurban dan Pesan Kemanusiaan

Dari sisi kemanusiaan, ajaran kurban memberikan pesan kepada kita semua bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat hidupnya bagi sesama.

Baca Juga :  Opini | BPK Satu-satunya Penentu Kerugian Keuangan Negara di Proyek Konstruksi

Asas kebermanfaatan pada ibadah kurban menunjukan betapa kuatnya dimensi sosial, relasi habluminannas menjadi konsekuensi logis ketika manusia membangun relasi habluminallah sebagai abduh.

Daging kurban dibagikan kepada masyarakat, terutama kaum miskin dan kelompok rentan. Orang yang berkurban diajarkan untuk menyisihkan sebagian hartanya demi kebahagiaan orang lain.

Di tengah ketimpangan ekonomi, krisis nilai, dan meningkatnya sikap individualisme, kurban menjadi simbol penting pesan universal Islam tentang kemanusiaan, memancarkan kesalehan sosial dengan mempraktekan Kebajikan kepada sesama dan lingkungan kehidupan, mengajarkan tentang makna sebuah pengorbanan.