Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini : Empat Kilometer yang Terlupakan: Ketika Jalan Rusak Menguji Kesabaran Masyarakat Jopu – Wolowaru, Kabupaten Ende

Avatar photo
×

Opini : Empat Kilometer yang Terlupakan: Ketika Jalan Rusak Menguji Kesabaran Masyarakat Jopu – Wolowaru, Kabupaten Ende

Sebarkan artikel ini
Reporter: Neftalis |  Editor: Redaksi
Kondisi Jalan Provinsi Wolowaru - Jopu di Kabupaten Ende

Di pinggir jalan saya berbincang dengan beberapa warga. Tidak ada kemarahan yang meledak-ledak. Tidak ada makian kepada pemerintah. Yang ada hanyalah wajah-wajah sederhana dengan harapan yang terus dipelihara.

“Kami tidak minta jalan tol. Kami hanya ingin jalan yang layak,” ujar seorang warga sambil tersenyum tipis.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Kalimat itu sederhana. Namun bagi saya, kalimat tersebut jauh lebih berat daripada beban kendaraan yang setiap hari melintas di ruas jalan itu.

Di jalan inilah petani membawa hasil panen yang menjadi sumber penghidupan keluarganya.

Baca Juga :  Sengketa Swasti Sari Masuk Mediasi, Fransisco Bessi Berharap Hasilkan Solusi dan Menjamin Pelayanan Kepada Anggota

Di jalan inilah anak-anak berangkat mengejar cita-cita menuju sekolah. Di jalan inilah guru mengabdikan diri, tenaga kesehatan membawa harapan bagi pasien, dan para pedagang menggantungkan rezekinya.

Setiap lubang yang dibiarkan bukan sekadar kerusakan aspal. Ia perlahan menggerus rasa percaya bahwa pembangunan benar-benar hadir hingga ke pelosok.

Setiap guncangan kendaraan bukan hanya menggoyang roda, tetapi juga mengguncang harapan masyarakat yang telah lama menunggu perhatian.

Empat kilometer memang tampak kecil di atas meja perencanaan. Namun bagi masyarakat Wolowaru dan Jopu, empat kilometer itu adalah jalan kehidupan.

Baca Juga :  Temui GM dan Wakil GM : Anggota Kopdit Swasti, Konflik Kepengurusan Jangan Ganggu Pelayanan
Kondisi Jalan Provinsi Wolowaru – Jopu di Kabupaten Ende