Membangun jalan berarti menghadirkan negara di tengah kehidupan masyarakat. Dan membangun jalan berarti menghadirkan keadilan pembangunan bagi mereka yang selama ini mungkin merasa berada di ujung perhatian.
Saya percaya tidak ada pemerintah yang ingin membiarkan rakyatnya kesulitan. Karena itu, tulisan ini bukanlah ungkapan kemarahan, melainkan suara kecil yang lahir dari rasa cinta terhadap daerah sendiri.
Semoga empat kilometer yang hari ini dipenuhi lubang segera berubah menjadi empat kilometer harapan.
Sebab setiap jalan yang diperbaiki sesungguhnya bukan hanya memudahkan kendaraan untuk melintas, tetapi juga mengantarkan masyarakat menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
Karena pada akhirnya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari gedung-gedung yang berdiri megah di pusat kota.
Tetapi juga dari sejauh mana seorang petani di desa dapat membawa hasil panennya dengan selamat, seorang anak dapat pergi ke sekolah tanpa rasa takut, dan seorang ibu dapat tiba di puskesmas tepat waktu.
Jika itu dapat diwujudkan, maka “Ayo Bangun NTT” bukan lagi sekadar slogan. Ia akan hidup di setiap ruas jalan, di setiap desa, dan di hati setiap masyarakat Nusa Tenggara Timur.










