Scroll untuk baca artikel
NasionalPendidikan

Tiga Orang Nagekeo Melawan Krisis Literasi

Avatar photo
×

Tiga Orang Nagekeo Melawan Krisis Literasi

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Praktik Baik: Oskarianus Meta, Pendiri TBM PELIHARA, berbagi praktik baik peningkatan kemampuan literasi Anak Tidak Sekolah (ATS) di Nagekeo, NTT, dalam gelar wicara bertajuk “Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan untuk Meningkatkan Literasi” di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Pada 2013, PELIHARA resmi berkembang menjadi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan kini berakreditasi A.

Setelah mendidik lebih dari 4.000 anak tidak sekolah (ATS), Oskar menemukan satu pelajaran penting: setiap anak membawa latar dan cara belajarnya sendiri.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Dari pengalaman itulah PKBM PELIHARA menerapkan kurikulum yang personal. Setiap anak didampingi sesuai kemampuannya, bukan berdasarkan usia.

Ada L, misalnya, seorang siswa yang usianya setara kelas 1 SMP, tapi kemampuan bacanya baru selevel kelas 3 SD.

Baca Juga :  Dosen FKM Undana Kembangkan Kebun Gizi Mandiri di SoE, Dorong Pencegahan Stunting

Ia tinggal bersama kakek-neneknya yang buta huruf, sementara orang tuanya bekerja di luar negeri. Di NTT, cerita seperti ini sudah biasa. Dua tahun kemudian, L yang tadinya masih mengeja, kini sudah bisa membaca buku dengan pemahaman penuh.

Itu terjadi karena L mendapat pendampingan belajar yang personal sesuai kemampuannya.

Bagi Oskar, ini bukti bahwa anak putus sekolah bisa pulih kemampuan belajarnya, asal ditangani satu per satu.