JAKARTA | BuletinNTT.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan tipis ke level 7.106 pada perdagangan Selasa, 17 Maret 2026. Meski demikian, pasar saham Indonesia masih berada dalam tekanan, seiring meningkatnya risiko global dan domestik menjelang libur panjang Lebaran.
Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa pergerakan IHSG dalam beberapa waktu terakhir cenderung lebih gelisah dibandingkan bursa saham Asia lainnya. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan internal yang terjadi secara bersamaan.
“Pelemahan IHSG saat ini merupakan kombinasi tekanan global dan sensitivitas domestik yang muncul hampir bersamaan,” tulis Kiwoom dalam risetnya, Rabu, 18 Maret 2026.
Menjelang periode libur panjang, investor disebut cenderung mengambil posisi aman. Hal ini karena pasar tidak dapat merespons dinamika global secara cepat selama masa libur.
“Investor cenderung defensif karena pasar tidak dapat merespons perkembangan global secara langsung,” lanjut laporan tersebut.
Geopolitik dan Harga Minyak Tekan Pasar
Dari sisi global, tekanan dipicu oleh meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak Brent sempat mendekati USD120 per barel sebelum kembali turun ke kisaran USD103, masih jauh di atas level normal sebelumnya.












