“Ini menjadi tantangan besar bagi sistem layanan kesehatan di NTT, khususnya dalam penanganan pasien-pasien gawat darurat, operasi besar, dan perawatan intensif,” ujar dr. Robinzon G. Fanggidae, Sp.An-TI, Ketua Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) NTT.
Fokus Rekrutmen Putra-Putri Daerah
Dalam pembekalan bersama organisasi profesi, pihak Undana bersama PERDATIN dan kolegium profesi telah sepakat untuk memprioritaskan rekrutmen calon mahasiswa dari kalangan putra-putri daerah.
Hal ini bertujuan agar setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan kembali dan mengabdi di wilayah asal masing-masing.
“Target awal rekrutmen adalah sebanyak 15 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di NTT. Mereka akan kami siapkan secara bertahap dengan pelatihan dan pembekalan yang memadai,” kata dr. Christina.
“Fokus kami adalah mendidik tenaga medis dari daerah. Harapannya, mereka tidak hanya kembali, tetapi menjadi tulang punggung sistem pelayanan anestesiologi di kabupaten-kabupaten mereka.”
Optimistis Resmi Dibuka dalam Dua Tahun
Dengan dukungan lintas sektor—dari kementerian, organisasi profesi, rumah sakit mitra, hingga otoritas universitas—pihak Undana optimistis bahwa seluruh persyaratan akreditasi dan sumber daya akan dapat dipenuhi dalam waktu dua tahun ke depan.












