Program ini penting untuk memastikan bahwa para dosen memiliki kompetensi dalam menjalankan pendidikan klinik dokter spesialis, mulai dari proses rekrutmen mahasiswa, kurikulum pembelajaran, hingga evaluasi kompetensi lulusan.
“Pelatih ToT dokter pendidik ini kita kolaborasi dengan organisasi profesi, yang sudah mulai dijalankan” Ujar dokter Olly Lada.
Dukung RSUP Ben Mboi Kupang
Dukungan penuh juga diberikan oleh sejumlah rumah sakit mitra, terutama RSUP dr. Ben Mboi Kupang, yang akan menjadi rumah sakit utama untuk pendidikan klinik.
“Kami siap mendukung penuh. Kebutuhan dokter spesialis anestesi di NTT sangat tinggi dan belum merata”.
“Program ini adalah langkah strategis dan penting untuk menjawab masalah itu,” ujar dr. Annas Ahmad, Sp.B., FICS, Direktur RSUP dr. Ben Mboi.
Kebutuhan Tenaga Anestesi di NTT
Data terbaru menunjukkan bahwa saat ini Nusa Tenggara Timur hanya memiliki 47 dokter spesialis anestesi untuk melayani seluruh provinsi.
Di Kota Kupang terdapat sekitar 13 dokter spesialis, sementara di wilayah lain seperti Flores, Sumba, dan Alor, jumlahnya sangat terbatas—hanya antara 1 hingga 2 dokter per kabupaten.
Bahkan, beberapa di antaranya masih berstatus tenaga kontrak atau dipinjamkan oleh Kementerian Kesehatan.












