KUPANG | BuletinNTT.com – Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) terus menunjukkan komitmennya dalam menjawab kebutuhan tenaga medis di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Setelah melalui proses panjang selama tiga tahun, Undana kini bersiap membuka Program Studi Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif—program pertama sejenis di Provinsi NTT.
Langkah strategis ini tidak hanya menandai kemajuan institusional Undana, tetapi juga merupakan upaya nyata dalam mengatasi krisis kekurangan dokter spesialis anestesi di daerah-daerah terpencil di NTT.
Kesempatan Emas, Skema Baru Kemenkes
Pembukaan program studi ini difasilitasi melalui skema baru dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang memungkinkan perguruan tinggi memulai tahapan persiapan sambil terus memenuhi persyaratan formal seperti akreditasi program dan ketersediaan sumber daya manusia.
Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., selaku Wakil Rektor I Undana, menjelaskan bahwa kesempatan ini adalah momentum penting yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
“Kalau kita menunggu semua syarat terpenuhi, mungkin butuh 5 hingga 6 tahun lagi baru bisa didirikan”.
“Tapi sekarang kita sudah diberi kesempatan untuk mulai dari tangga awal sambil kita lengkapi kekurangan yang ada. Ini kesempatan emas bagi kami,” ungkap Prof.Annytha saat ditemui di RSUP dr. Ben Mboi Kupang, Selasa (23/09/2025).
Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Rumah Sakit Mitra
Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi, mengatakan, salah satu tahapan awal yang saat ini tengah berjalan adalah pelatihan dosen menjadi Dokter Pendidik Klinis (DPK) melalui skema Training of Trainer (ToT).












