“Kasus serangan jantung semakin sering kita jumpai. Karena itu peserta harus mengetahui tanda-tandanya dan bagaimana memberikan pertolongan pertama secara cepat,” ungkap Petrus.
Materi dilengkapi dengan latihan simulasi untuk memastikan peserta memahami prosedur saat menghadapi pasien dengan henti jantung maupun gangguan sirkulasi berat.
Komitmen HIPGABI NTT
Pelatihan BTCLS ini menjadi bukti komitmen HIPGABI NTT dalam memperkuat kapasitas tenaga medis maupun non-medis dalam menghadapi situasi gawat darurat.
Dominggos berharap pelatihan ini terus berlangsung secara berkala sehingga semakin banyak pekerja di berbagai sektor memiliki keterampilan penyelamatan dasar.
“Keselamatan kerja dan kemampuan menolong sesama adalah tanggung jawab bersama”.
“Kami akan terus mendorong agar semakin banyak pihak mengikuti pelatihan seperti ini,” Tutup Dominggos.












