Ia menambahkan bahwa pelatihan dimulai dari proses verifikasi dokumen peserta, pembekalan teori, hingga simulasi lapangan.
“Kami ingin memastikan setiap peserta benar-benar memahami prosedur dasar penanganan kegawatdaruratan,” katanya.
Peserta Pelatihan Juga dari Perusahaan
Pelatihan kali ini menarik minat dari berbagai instansi kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas layanan medis lainnya. Namun yang menarik perhatian, terdapat pula peserta dari sejumlah perusahaan besar.
Dominggus menyebutkan, peserta tidak hanya berasal dari NTT, tetapi juga dari perusahaan nasional dari Jakarta, staf lapangan bendungan Manikin, serta Pertamina.
“Saya baru mengetahui bahwa ada juga peserta dari Pertamina yang ikut, tidak hanya ada di fasilitas kesehatan, tetapi juga di sektor pekerjaan berisiko tinggi,” jelasnya.
Ia menilai tingginya keikutsertaan peserta menggambarkan meningkatnya kepedulian terhadap keselamatan kerja.
“Antusiasme mereka luar biasa. Ini sangat menggembirakan bagi kami,” ungkapnya.
Materi BTCLS yang diberikan
Instruktur utama pelatihan, Petrus Laba, menguraikan secara rinci materi yang diberikan kepada para peserta.
Menurutnya, BTCLS mencakup dua kompetensi dasar: penanganan trauma dan kegawatdaruratan jantung.












