
Divisi Produksi, biasanya masuk malam, hingga subuh, mulai mengolah makanan hingga siap saji.
Selanjutnya, divisi distribusi pagi hingga siang, untuk mendistribusikan makanan kepada penerima manfaat.
Selanjutnya, setelah selesai barulah divisi pembersihan, mulai membersihkan ompreng, dan memisahkan sisa makanan.
Proses distribusi makanan dilakukan dua kali. Kloter pertama pukul 09.00 WITA untuk siswa SD kelas rendah, sementara kloter kedua pukul 11.00 WITA menyasar siswa kelas IV hingga SMA. Dengan sistem ini, ribuan anak di 28 sekolah tetap mendapat makanan tepat waktu.
Selain sekolah, SPPG Tasifeto Timur juga melayani ibu hamil, menyusui, dan balita di tiga posyandu, menjangkau total 3.303 penerima manfaat.
Tantangan di Tengah Semangat
Namun, kerja besar ini tidak selalu mulus. Sesekali proses produksi terhambat karena air macet atau dinamo pompa rusak. Meski begitu, makanan selalu berhasil sampai ke tangan anak-anak tepat waktu.
“Kalau air macet, kami harus cari solusi cepat. Untungnya kerja sama tim solid, jadi distribusi tidak terganggu,” jelas Ka SPPG Tasifeto Timur, Maximilian Un.












