“Hal-hal teknis medis tentu lebih dipahami oleh dokter yang memiliki kompetensi. Kami menyayangkan adanya perlakuan yang membuat dokter Icha mengalami tekanan,” ujarnya.
Tunggu Rekomendasi IDI dan BK DPRD
Fabi menegaskan, keluarga masih menunggu proses dari organisasi profesi maupun lembaga DPRD sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut.
Ada tiga rekomendasi yang menjadi perhatian keluarga, yakni rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), hasil pemeriksaan Badan Kehormatan DPRD TTU, serta sikap dari partai politik yang menaungi anggota DPRD tersebut.
“Kami menunggu rekomendasi dari IDI, rekomendasi Badan Kehormatan, dan rekomendasi dari partai. Tetapi sambil menunggu proses tersebut, kami akan melakukan langkah hukum pidana karena ada dugaan pengancaman,” tegasnya.
Soroti Perjuangan Pemerintah TTU di Bidang Kesehatan
Selain persoalan dugaan intimidasi terhadap dokter Icha, Fabi juga menyoroti kondisi pelayanan kesehatan di Kabupaten TTU.
Ia mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam mempertahankan tenaga kesehatan di tengah keterbatasan anggaran.
Menurutnya, upaya Bupati TTU Valen Kebo dalam memastikan ketersediaan tenaga dokter, perawat, dan bidan harus mendapat dukungan dari semua pihak.












