Dalam proses penanganan tersebut, dokter Icha juga melakukan konsultasi dengan dokter spesialis untuk memastikan langkah medis yang tepat bagi pasien.
Dari hasil pemeriksaan dan konsultasi medis, pasien saat itu belum direkomendasikan untuk mendapatkan suntikan antibisa ular (anti venom). Selain pertimbangan medis, ketersediaan stok antivenom di RS Leona juga disebut tidak tersedia.
Namun, situasi kemudian berubah ketika muncul keberatan dari pihak keluarga pasien terkait keputusan medis tersebut.
Menurut Fabi, salah satu anggota keluarga pasien datang dan menyampaikan protes dengan nada tinggi serta menyebut dirinya sebagai anggota DPRD TTU.
Tidak lama kemudian, seorang pria lain juga masuk ke ruang IGD dan menyampaikan keberatan dengan nada keras.
Dalam situasi tersebut, dokter Icha berupaya memberikan penjelasan mengenai kondisi pasien serta dasar pertimbangan medis yang dilakukan bersama dokter spesialis.
Namun, menurut pihak keluarga, penjelasan tersebut tidak diterima sehingga terjadi tekanan terhadap dokter Icha hingga membuatnya mengalami trauma dan menangis.
Direktur RS Leona Turun Menenangkan Situasi
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pimpinan RS Leona. Direktur RS Leona selanjutnya datang langsung ke ruang IGD untuk menenangkan situasi.












