
Ia menilai dugaan tindakan intimidasi terhadap dokter Icha merupakan persoalan serius karena menyangkut hak dasar seseorang untuk mendapatkan rasa aman dan perlindungan dalam bekerja.
Gabriel juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dokter Icha. Ia mendoakan agar almarhumah mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.
Selain menyampaikan duka, Gabriel mendesak DPRD Kabupaten TTU untuk melakukan pemeriksaan terhadap oknum anggota DPRD yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Ia meminta lembaga legislatif daerah menjalankan fungsi pengawasan serta memastikan proses etik berjalan apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan maupun kode etik anggota dewan.
“DPRD TTU perlu memanggil dan memeriksa oknum anggota DPRD TTU yang diduga melakukan tindakan yang mencederai kode etik, termasuk dugaan intimidasi dan tekanan psikologis terhadap dokter Icha,” katanya.
Tidak hanya itu, Gabriel juga mendorong pihak rumah sakit agar memperkuat penerapan konsep rumah sakit berbasis HAM.
Menurutnya, rumah sakit harus menjadi tempat yang menjamin keamanan, kenyamanan, serta penghormatan terhadap hak pasien maupun seluruh tenaga kesehatan yang bekerja memberikan pelayanan.












