2. Pendamping manajemen produksi dan pencatatan keuangan, agar siswa memahami tata kelola usaha secara nyata.
3. Media pendidikan nilai koperasi, seperti kebersamaan, tanggung jawab, dan kejujuran.
Ia menyebut pendekatan ini sebagai best practice literasi keuangan, karena siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik mengelola usaha sejak dini.
Dari Satu Sekolah ke Satu Siswa Satu Produk
Lebih jauh, Kasmirus mendorong agar semangat OSOP dikembangkan menjadi konsep yang lebih personal.
“Bukan hanya satu sekolah satu produk, tetapi ke depan satu siswa mampu menghasilkan satu produk sendiri. Ini penting untuk membangun branding dan kepercayaan diri siswa,” katanya.
Dengan pendekatan tersebut, siswa dibiasakan berpikir kreatif, mandiri, dan siap menghadapi kehidupan setelah lulus sekolah.
Ragam Produk OSOP
Beberapa produk yang dinilai potensial dikembangkan melalui OSOP antara lain makanan ringan sehat, alat tulis ramah lingkungan, tanaman hias mini, minuman herbal lokal, kerajinan daur ulang, snack khas daerah, produk olahan pangan kemasan, fashion sederhana seperti kaos dan tote bag sekolah, hingga produk digital berupa desain grafis dan konten promosi.
Produk-produk tersebut tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mengajarkan kecintaan pada produk lokal serta kreativitas berbasis potensi daerah.
Dampak Jangka Panjang
Dalam jangka panjang, Kasmirus menilai sekolah dapat menjadi pusat pembelajaran ekonomi rakyat yang menumbuhkan minat generasi muda terhadap koperasi kredit.












