Scroll untuk baca artikel
EkonomiPendidikan

Wakil GM Kopdit Swasti Sari || OSOP Sarana Bangun Kemandirian Siswa dan Best Practice Literasi Keuangan

Avatar photo
×

Wakil GM Kopdit Swasti Sari || OSOP Sarana Bangun Kemandirian Siswa dan Best Practice Literasi Keuangan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

2. Pendamping manajemen produksi dan pencatatan keuangan, agar siswa memahami tata kelola usaha secara nyata.

3. Media pendidikan nilai koperasi, seperti kebersamaan, tanggung jawab, dan kejujuran.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Ia menyebut pendekatan ini sebagai best practice literasi keuangan, karena siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik mengelola usaha sejak dini.

Dari Satu Sekolah ke Satu Siswa Satu Produk

Lebih jauh, Kasmirus mendorong agar semangat OSOP dikembangkan menjadi konsep yang lebih personal.

“Bukan hanya satu sekolah satu produk, tetapi ke depan satu siswa mampu menghasilkan satu produk sendiri. Ini penting untuk membangun branding dan kepercayaan diri siswa,” katanya.

Baca Juga :  OSOP Jadikan Sekolah di NTT Pusat Karya Bernilai Ekonomi

Dengan pendekatan tersebut, siswa dibiasakan berpikir kreatif, mandiri, dan siap menghadapi kehidupan setelah lulus sekolah.

Ragam Produk OSOP

Beberapa produk yang dinilai potensial dikembangkan melalui OSOP antara lain makanan ringan sehat, alat tulis ramah lingkungan, tanaman hias mini, minuman herbal lokal, kerajinan daur ulang, snack khas daerah, produk olahan pangan kemasan, fashion sederhana seperti kaos dan tote bag sekolah, hingga produk digital berupa desain grafis dan konten promosi.

Produk-produk tersebut tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mengajarkan kecintaan pada produk lokal serta kreativitas berbasis potensi daerah.

Baca Juga :  SP2MI NTT Dorong Penguatan Literasi Masyarakat Desa

Dampak Jangka Panjang

Dalam jangka panjang, Kasmirus menilai sekolah dapat menjadi pusat pembelajaran ekonomi rakyat yang menumbuhkan minat generasi muda terhadap koperasi kredit.