“Koperasi bantu kami dari hal-hal kecil sampai hal besar. Saya percaya dengan sistem di Swasti Sari, dan saya jaga kepercayaan itu. Selalu saya niatkan untuk lunas tepat waktu,” ujarnya.
Menariknya, istri Emanuel belum menjadi anggota koperasi, namun keempat anaknya telah aktif sebagai anggota, antara lain:
1. Fransiska Soo – Nomor Anggota: 225.149
2. Gabriel Guwa – Nomor Anggota: 251.149
3. Senditas Soli – Nomor Anggota: 251.139
4. Maria Yentita Milo – (Nomor belum dicantumkan)
Hal ini menunjukkan bahwa semangat koperasi telah ditanamkan dalam keluarga secara turun-temurun, menegaskan bahwa peran koperasi tidak berhenti di satu generasi.
Tumbuhkan Budaya Finansial dari Desa
Kepala Kantor Cabang Bajawa, Hermanto Kale Hia, menyampaikan bahwa penghargaan kepada Emanuel menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat, khususnya bagi petani dan masyarakat desa.
“Kami bangga memiliki anggota seperti Bapak Emanuel. Ini bukti bahwa koperasi bukan sekadar tempat meminjam uang, tetapi tempat bertumbuh bersama,” ungkap Hermanto.
Kopdit Swasti Sari terus memperkuat program pendidikan keuangan anggota, agar koperasi semakin relevan di tengah perubahan zaman.












