Selain itu, RAT XXIV juga menjadi momen penting menjelang regenerasi kepengurusan dan penguatan road map pengembangan koperasi ke depan, termasuk penegasan identitas dan jati diri koperasi yang telah berjalan lebih dari tiga dekade.
Penasihat Kopdit Solidaritas, Romo Rudy Chun Lake, mengingatkan agar koperasi tetap berpegang pada jati diri sebagai lembaga yang terpercaya dan berbasis nilai solidaritas.
“Koperasi harus menjadi rumah besar yang memberi rasa aman dan tenang bagi anggota. Bukan hanya soal angka dan aset, tetapi soal kejujuran, tanggung jawab, dan solidaritas sosial,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya koperasi menjadi ruang pembelajaran dan pendampingan, sehingga pinjaman yang diberikan benar-benar mendorong usaha produktif anggota.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Jusuf Lery Rupidara, yang turut hadir, menyampaikan apresiasi atas capaian Kopdit Solidaritas. Menurutnya, menghimpun lebih dari 12 ribu anggota dalam satu wadah koperasi bukan hal mudah.
“Anggota bukan hanya pengguna layanan, tetapi juga pemilik lembaga ini. Di situlah kekuatan koperasi yang sesungguhnya,” katanya.













