Dalam forum tersebut juga dibahas usulan-usulan dari cabang untuk diputuskan bersama.
Sementara itu, Ketua Kopdit Solidaritas, Yohanes Made Supadi, menekankan pentingnya perubahan paradigma dari sekadar pelayanan kredit menuju pemberdayaan anggota.
“Koperasi harus menjadi ‘rahim’ ekonomi bagi anggota. Menerima yang lemah, melindungi yang rapuh, dan memberi nutrisi ekonomi agar anggota bertumbuh dan mandiri,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, hingga Tahun Buku 2025, Kopdit Solidaritas mencatat 12.885 anggota dengan total aset mencapai Rp132 miliar.
Angka tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap koperasi.
Dalam pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU), Supadi menyampaikan bahwa 60 persen SHU, atau sekitar Rp1,6 Miliar akan dikembalikan kepada anggota.
Supadi mengesankan Senin (16/02/2026), jam 12 siang paling lambat, SHU sudah ditransfer ke rekening Sibuhar anggota dengan besaran disesuaikan dengan besaran simpanan dan pinjaman.
“Semakin aktif anggota dalam simpanan dan pinjaman produktif, semakin besar pula SHU yang diterima. Namun tujuan utama kita bukan sekadar angka, melainkan pemberdayaan,” jelasnya.













