KUPANG | BuletinNTT.com – Rapat Anggota Tahunan (RAT) XXXVII KSP Kopdit Swasti Sari Tahun Buku 2025 menghasilkan sejumlah keputusan penting yang akan menjadi perhatian seluruh anggota koperasi.
Selain menetapkan pengurus dan pengawas periode 2026–2028, forum tertinggi koperasi tersebut juga memutuskan membentuk Tim Independen untuk mengusut sejumlah persoalan yang selama ini menjadi perhatian anggota.
Keputusan itu tertuang dalam Berita Acara RAT XXXVII Tahun Buku 2025 sebagai bentuk komitmen anggota untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola koperasi yang baik.
Tiga persoalan yang akan diinvestigasi meliputi dugaan pemberian dana pengabdian sekitar Rp1 miliar, pembiayaan penyusunan buku biografi Yohanes Sason Helan (YSH), serta pembiayaan Koperasi Konsumen Tunas Sari Sejahtera.
Forum RAT menilai ketiga persoalan tersebut perlu ditelusuri secara menyeluruh sehingga seluruh anggota memperoleh penjelasan berdasarkan fakta yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tim Beranggotakan Sembilan Orang
Untuk menjalankan tugas tersebut, RAT membentuk Tim Independen yang terdiri dari sembilan orang yang mewakili unsur penasihat, pengurus, dan anggota koperasi.
Dari unsur penasihat ditunjuk Dr. John Tuba Helan, sebagai ketua tim dan Drs. Martinus Seran. Unsur pengurus diwakili Wilhelmus Geri dan Gerardus Gaga.








