Selain itu menjadi fasilitator dalam berbagai program peningkatan kompetensi guru, termasuk program Guru Penggerak. Ia juga tercatat sebagai penatar tetap di UPTD Tekkomdik Provinsi NTT.
Dalam perjalanan kariernya, Wilhelmus dikenal sebagai sosok yang tidak pernah berhenti belajar.
Ia aktif mengikuti berbagai pelatihan dan workshop tingkat nasional, mulai dari pengembangan kurikulum, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran matematika, hingga pendidikan inklusi dan responsif gender.
Bahkan, ia pernah terlibat dalam program studi banding pendidikan ke Thailand serta kemitraan pendidikan di Italia.
Prestasinya pun tidak sedikit. Ia pernah meraih Juara I Lomba Penelitian Tindakan Kelas tingkat Provinsi NTT (2003), Juara I Pelatihan Kurikulum Berbasis Kompetensi (2004), serta Juara I Lomba Inovasi Guru Matematika tingkat provinsi (2006).
Selain itu, ia juga masuk dalam lima besar guru matematika terbaik tingkat nasional dalam program studi banding ke Thailand.
Di tingkat nasional, Wilhelmus juga mencatatkan diri sebagai guru, kepala sekolah, hingga pengawas sekolah berprestasi.
Namun, baginya, capaian tersebut bukanlah tujuan akhir. Ia lebih menekankan pentingnya dampak nyata bagi masyarakat.












