“Kalau memang ada yang keluar dari rel, harus ditarik kembali masuk ke aturan yang sudah diberlakukan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sosialisasi aturan dan kebijakan kepada anggota agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah dinamika organisasi.
Menurutnya, masih ada anggota yang belum memahami secara utuh berbagai aturan dan kebijakan yang berlaku di KSP Swasti Sari.
Karena itu, ia berharap pengurus dan pengawas baru dapat memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada anggota melalui kantor cabang maupun kantor kas.
“Supaya anggota juga tahu bahwa ada aturan-aturan main di dalam lembaga kita ini,” katanya.
Yohanes turut menyinggung dinamika organisasi yang terjadi belakangan ini. Namun ia menilai dinamika merupakan hal biasa dalam sebuah organisasi besar.
“Dalam organisasi pasti ada dinamika. Kalau makan piring dan sendok pasti bunyi,” ujarnya.
Meski demikian, ia meminta seluruh pihak tidak berlarut-larut dalam perbedaan yang terjadi pasca pemilihan pengurus dan pengawas.
Menurutnya, seluruh elemen harus kembali bersatu demi menjaga dan membangun KSP Swasti Sari menjadi lebih maju.
“Pemilihan sudah selesai, pengurus dan pengawas baru sudah ada. Mari kita kembali bersatu membangun Swasti Sari yang lebih maju lagi ke depan,” tegasnya.












