Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Made Supadi Akademisi STIE Oemathonis Kupang | NTT Mart Pesaing Retail Modern – Kekuatan Pada Identitas Lokal

Avatar photo
×

Made Supadi Akademisi STIE Oemathonis Kupang | NTT Mart Pesaing Retail Modern – Kekuatan Pada Identitas Lokal

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

KUPANG | BuletinNTT.com – Gagasan pembentukan NTT Mart oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Lala Lena – Joni Asadoma sebagai pusat pemasaran produk lokal berbasis konsep tiga kaki dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang, asalkan tidak meniru model bisnis minimarket modern.

Hal tersebut disampaikan Dosen STIE Oemathonis Kupang, Yohanes Made Supadi, SE., M.Si, Senin (16/03/2026).

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Menurutnya, konsep NTT Mart seharusnya dibangun dengan pendekatan berbeda agar mampu bersaing di tengah dominasi jaringan ritel besar.

Baca Juga :  10 Bank Terbesar di Indonesia 2025: Bank Mandiri Kokoh di Puncak

Ia mengingatkan bahwa jika konsep NTT Mart disandingkan secara langsung dengan jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret, maka potensi kegagalan bisa terjadi karena kedua perusahaan tersebut sudah sangat kuat dalam berbagai aspek.

“Mereka sudah menguasai jaringan distribusi nasional, memiliki sistem logistik yang modern, serta dukungan modal yang sangat besar”.

“Kalau kita meniru model mereka, maka kita bertarung di arena yang bukan kekuatan kita,” ujarnya.

Yohanes Made Supadi, SE., M.Si, | Dosen STIE Oemathonis Kupang

Made Supadi menjelaskan bahwa gagasan NTT Mart sebenarnya sangat mungkin bersaing dengan retail modern jika dibangun dengan konsep diferensiasi atau keunikan yang berbasis pada ekonomi lokal.