KUPANG | BuletinNTT.com – Gagasan pembentukan NTT Mart oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Lala Lena – Joni Asadoma sebagai pusat pemasaran produk lokal berbasis konsep tiga kaki dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang, asalkan tidak meniru model bisnis minimarket modern.
Hal tersebut disampaikan Dosen STIE Oemathonis Kupang, Yohanes Made Supadi, SE., M.Si, Senin (16/03/2026).
Menurutnya, konsep NTT Mart seharusnya dibangun dengan pendekatan berbeda agar mampu bersaing di tengah dominasi jaringan ritel besar.
Ia mengingatkan bahwa jika konsep NTT Mart disandingkan secara langsung dengan jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret, maka potensi kegagalan bisa terjadi karena kedua perusahaan tersebut sudah sangat kuat dalam berbagai aspek.
“Mereka sudah menguasai jaringan distribusi nasional, memiliki sistem logistik yang modern, serta dukungan modal yang sangat besar”.
“Kalau kita meniru model mereka, maka kita bertarung di arena yang bukan kekuatan kita,” ujarnya.

Made Supadi menjelaskan bahwa gagasan NTT Mart sebenarnya sangat mungkin bersaing dengan retail modern jika dibangun dengan konsep diferensiasi atau keunikan yang berbasis pada ekonomi lokal.












