“Saya tidak bermaksud menyombongkan diri, tapi ini kenyataan. Dulu gagal, sekarang puji Tuhan, panen luar biasa,” ucapnya dengan senyum tulus.
Swasti Sari Tak Hanya Memberi Uang, Tapi Memberi Harapan
Wajah-wajah bahagia para petani bukan hanya karena panen melimpah, tapi karena mereka merasa tidak sendiri.
Mereka punya sandaran: Kopdit Swasti Sari. Wakil General Manager, Kasmirus Kopong, hadir langsung menemani para petani dan menyampaikan pesan kuat.
“Kami hadir bukan saat petani sukses saja. Kami hadir saat mereka gagal. Karena koperasi ini tidak berdiri di atas uang, tapi atas kepercayaan dan kebenaran,” kata Kasmirus di tengah acara.
Ia menjelaskan bahwa pinjaman yang diberikan kepada petani bukanlah utang biasa. Tapi dianggap sebagai pendapatan di muka — karena koperasi percaya pada hasil kerja keras petani.

“Kalau mereka belum panen bawang, belum jual sapi, belum jual padi, kami tetap percaya. Nanti, saat panen tiba, mereka akan kembalikan. Itu namanya grace period,” ujarnya.
Batu Lesa atau Batu Esa : Sebuah Filosofi
Dalam perbincangan hangat bersama para kepala dusun dan tokoh masyarakat, muncul diskusi menarik soal nama tempat: Batu Lesa, yang kemudian dikoreksi menjadi Batu Esa — artinya batu tunggal atau batu penjuru.










