Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Dari Gagal Panen Menjadi Berkat: Kisah Buce dan Harapan Baru Petani Batulesa Bersama Kopdit Swasti Sari

Avatar photo
×

Dari Gagal Panen Menjadi Berkat: Kisah Buce dan Harapan Baru Petani Batulesa Bersama Kopdit Swasti Sari

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Panen Raya Bawang, Hasil Petani Bawang Batulesa, Sumlili Kabupaten Kupang, Binaan Kopdit Swasti Sari

KUPANG | BuletinNTT.com – Pagi itu, Sabtu (13/09/2025), langit Batulesa di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, tampak cerah seolah memberi restu pada sebuah perayaan sederhana namun penuh makna: “Panen Raya Bawang Petani Batulesa”.

Di balik barisan tenda biru dan tawa yang merekah, terselip satu kisah yang mencuri perhatian — kisah Buce Dethan, petani bawang yang sempat jatuh, namun bangkit bersama Kopdit Swasti Sari.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!
Senyum Bahagia Buce Dethan, Petani Bawang Batulesa, Sumlili, Kabupaten Kupang, Bersama Wakil GM Kopdit Swasti Sari, Kasmirus Kopong

“Waktu Itu, Saya Hampir Menyerah” Dengan suara pelan dan mata yang berkaca-kaca, Buce berdiri disamping Wakil GM Kopdit Swasti Sari di tengah “Uruk Rembuk” — diskusi santai tapi bermakna antara petani dan pihak koperasi.

Baca Juga :  Sidang Sengketa Kopdit Swasti Sari Kembali Ditunda, Tergugat Belum Hadir Secara Sah

“Bulan Februari saya pinjam 60 juta rupiah dari Swasti Sari. Tapi cuaca tak berpihak. Kami gagal panen total”.

“Kalau bukan karena koperasi ini, saya mungkin sudah berhenti tanam,” katanya disambut tepuk tangan anggota lain.

Namun, hari ini, Buce bukan datang membawa kesedihan. Ia datang membawa hasil panen lebih dari 6 ton bawang merah, dengan nilai jual mencapai 126 juta rupiah, yang dikonversi 21 ribu per kilogram.