Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Dari Gagal Panen Menjadi Berkat: Kisah Buce dan Harapan Baru Petani Batulesa Bersama Kopdit Swasti Sari

Avatar photo
×

Dari Gagal Panen Menjadi Berkat: Kisah Buce dan Harapan Baru Petani Batulesa Bersama Kopdit Swasti Sari

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Panen Raya Bawang, Hasil Petani Bawang Batulesa, Sumlili Kabupaten Kupang, Binaan Kopdit Swasti Sari

“Kami titipkan suasana kekeluargaan ini. Bahwa petani yang tak punya seragam, tak punya kantor, tetap bisa punya penghasilan. Asal diberi kesempatan dan kepercayaan,” tutupnya.

Panen Raya Bawang, Hasil Petani Bawang Batulesa, Sumlili, Kabupaten Kupang, Binaan Kopdit Swasti Sari

Panen Raya 17 Anggota: Simbol Gotong Royong 

Sebanyak 17 anggota kopdit Swasti Sari penerima pinjaman Grace Periode yang ikut dalam Panen Raya kali ini dengan total 51 Ton Bawang yang dipanen.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Masing-masing punya kisah sendiri — ada yang sukses, ada yang masih belajar. Namun semuanya berkumpul dalam satu semangat: gotong royong, keterbukaan, dan harapan.

Baca Juga :  Mediasi Kopdit Swasti Sari : Sony Libing Sayangkan: Sason Helan Usulkan Pelayanan Tetap Jalan, tetapi Tolak Teken Kesepakatan

Swasti Sari: Menjadi “Batu Esa” Bagi Petani

Di tengah gempuran sistem ekonomi yang makin individualistis, kisah di Batulesa ini menjadi pengingat bahwa kerja kolektif, rasa percaya, dan nilai kebersamaan masih hidup.

Bahwa koperasi simpan pinjam Swasti Sari bisa menjadi rumah — tempat berteduh, bukan hanya meminjam.

Bagi Buce Dethan, panen kali ini bukan hanya soal bawang. Tapi soal pemulihan ekonomi dan bukti bahwa harapan itu masih tumbuh bersama Kopdit Swasti Sari yang masih memberikan kepercayaan kepada mereka.