KUPANG | BuletinNTT.com – Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma mengharapkan Pemda Provinsi NTT dan Pemda Kabupaten/Kota di NTT menjadikan Opini Ombudsman RI: Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik menjadi instrumen evaluasi pelayanan publik secara berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Johni Asadoma saat membuka kegiatan pertemuan pendahuluan (Entry Meeting) Penilaian Opini Ombudsman RI Tahun 2026 yang digelar Perwakilan Ombudsman RI Provinsi NTT di Aula Fernandez – Kantor Gubernur NTT, Jalan El Tari – Kota Kupang, Selasa (04/08/2026).
“Penilaian ini menjadi instrumen evaluasi berkelanjutan yang mendorong perubahan nyata dalam tata kelola pelayanan publik, bukan sekadar memenuhi indikator penilaian” kata Johni Asadoma

Kegiatan Entry Meeting dihadiri Pimpinan Ombudsman RI Robert Endi Jaweng, Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi NTT Philipus Max Jemadu dan masing-masing Pemda diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala OPD yang akan dinilai, yakni Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas PUPR, dan RSUD.










