Salah satu warga dalam forum pertemuan desa menyampaikan harapan agar Palakahembi tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai pusat produksi udang berkualitas dunia.
“Kami ingin Palakahembi dikenal bukan hanya karena padang sabananya, tetapi juga sebagai penghasil udang berkualitas ekspor,” ungkapnya.

Pembangunan tambak udang terintegrasi ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi ekonomi biru di NTT.
Sinergi antara pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat dinilai sebagai kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan investasi.
Ke depan, hasil budidaya udang dari pesisir Palakahembi diharapkan mampu menembus pasar global, sekaligus mengangkat nama Sumba Timur sebagai salah satu sentra produksi udang unggulan di Indonesia.










