KUPANG | BuletinNTT.com – Di atas hamparan tanah yang menyimpan sumber mata air, berdiri sebuah bangunan yang kini menjadi tumpuan mimpi.
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bintang Flobamora bukan sekadar institusi pendidikan non-formal; ia adalah oase bagi anak-anak yang sempat terhempas dari sistem persekolahan formal.
Di sini, pendidikan bukan barang mewah. Anak-anak usia sekolah yang sebelumnya putus harapan, kini bisa kembali mengenyam bangku pendidikan secara gratis.
Namun, PKBM ini tidak hanya memberikan ijazah, tetapi juga perlindungan mental bagi para siswanya.
Pada Senin (16/3/2026), suasana di PKBM Bintang Flobamora tampak lebih riuh dari biasanya.
Sebuah workshop krusial digelar, membedah tema pencegahan kekerasan terhadap anak, baik di lingkungan sekolah maupun di luar rumah.

Ketua PKBM Bintang Flobamora, Polikarpus Do, mengungkapkan keprihatinannya bahwa kekerasan pada anak masih menjadi momok yang kerap terjadi. Baginya, membekali siswa dengan pemahaman preventif adalah harga mati.
“Para siswa di PKBM ini harus diberi pemahaman agar mampu mencegah kekerasan atau setidaknya menjadi jembatan informasi bagi sesamanya,” ujar Polikarpus.
Ia memiliki filosofi mendalam tentang lokasi sekolahnya. Berdiri di atas mata air, Polikarpus berharap PKBM ini bisa menyerupai sumber air tersebut: terus mengalirkan harapan dan memberikan kesejukan bagi kemanusiaan, terutama bagi mereka yang terpinggirkan.












