Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Mata Air Harapan di Bintang Flobamora

Avatar photo
×

Mata Air Harapan di Bintang Flobamora

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

KUPANG | BuletinNTT.com Di atas hamparan tanah yang menyimpan sumber mata air, berdiri sebuah bangunan yang kini menjadi tumpuan mimpi.

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bintang Flobamora bukan sekadar institusi pendidikan non-formal; ia adalah oase bagi anak-anak yang sempat terhempas dari sistem persekolahan formal.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Di sini, pendidikan bukan barang mewah. Anak-anak usia sekolah yang sebelumnya putus harapan, kini bisa kembali mengenyam bangku pendidikan secara gratis.

Namun, PKBM ini tidak hanya memberikan ijazah, tetapi juga perlindungan mental bagi para siswanya.

Baca Juga :  Sekolah Ceria Hadir di Tenda Pengungsian, Menjaga Semangat Anak-anak Penyintas Gempa Flores

Pada Senin (16/3/2026), suasana di PKBM Bintang Flobamora tampak lebih riuh dari biasanya.

Sebuah workshop krusial digelar, membedah tema pencegahan kekerasan terhadap anak, baik di lingkungan sekolah maupun di luar rumah.

Workshop di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bintang Flobamora

Ketua PKBM Bintang Flobamora, Polikarpus Do, mengungkapkan keprihatinannya bahwa kekerasan pada anak masih menjadi momok yang kerap terjadi. Baginya, membekali siswa dengan pemahaman preventif adalah harga mati.

“Para siswa di PKBM ini harus diberi pemahaman agar mampu mencegah kekerasan atau setidaknya menjadi jembatan informasi bagi sesamanya,” ujar Polikarpus.

Baca Juga :  300 Siswa SMK di Kupang Belajar Fiber Optik "Bukan Sekadar Pasang Kabel, Tetapi Menyambung Jalan Raya Digital"

Ia memiliki filosofi mendalam tentang lokasi sekolahnya. Berdiri di atas mata air, Polikarpus berharap PKBM ini bisa menyerupai sumber air tersebut: terus mengalirkan harapan dan memberikan kesejukan bagi kemanusiaan, terutama bagi mereka yang terpinggirkan.